=WELCOME TO MY WEBSITE...<- MY PROVIDE ANY THING YOU NEED -> SOFTWARE, APPLICATION, GAMES, CHEAT, INFORMATION, ARTICLES, AND MANY THINGS=

  • Mohon maaf untuk para pecinta Game, karena beberapa Game di Blog ini Linknya sudah Kedeluarsa sehubung Link Partner sudah Pensiun jadi, Untuk beberapa GAME yang diinginkan, jika anda tidak mampu mendownload di BLOG ini, silahkan datang kerumah saya, karena saya memiliki beberapa MASTER/INSTALASI Game yang saya share diBLOG ini, Hub:085348531030 Makassar. Terima kasih

  • Sabtu, 26 November 2011

    Bacaan Sore "Menuntut Ilmu adalah Wajib"


    Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.


    Menuntut ilmu agama adalah satu keharusan bagi kita kaum muslimin. Mari kita perhatikan hadits Rasululah SAW berikut ini.
    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ
    فَرِيضَةٌ عَلَى آُلِّ مُسْلِمٍ. (ابن ماجه وغيره)
    Dari Anas bin Malik r.a., katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Menuntut ilmu adalah satu fardu yang wajib atas tiap-tiap seorang Islam.” (HR Ibnu Majah dan lain-lainnya).
    Oleh karena sesuatu pekerjaan dari yang kecil hingga yang besar tidak dapat dilakukan dengan teratur dan sempurna melainkan dengan ilmu pengetahuan yang berkenaan dengannya, maka nyatalah wajibnya seseorang mempelajari hukum dan peraturan Islam bagi apa saja perkara yang hendak dilakukannya sebagai wajib fardu ‘ain.
    Bahkan Allah SWT dalam Al Qur’an secara tegas menyatakan bahwa kita jangan sampai mengikuti atau melakukan sesuatu tanpa ilmu.
    Q.S. Al Isra’ 17:36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.
    Adapun menurut kitab Al-Furuq dan “Tahzib al-Furuq” bahwa Imam Ghazali dalam kitabnya “Ihya-’Ulumuddin” dan Imam Asy-Syafi’i dalam kitabnya “Ar-Risalah” menerangkan: Bahwa telah sepakat para alim ulama agar seseorang tidak mencoba melakukan sesuatu perkara sehingga ia mengetahui lebih dahulu hukum-hukum Allah mengenai perkara yang hendak dilakukannya itu. Orang yang hendak berjual beli wajib mempelajari hukum Allah mengenainya dan orang yang hendak menyewa, memberi sewa, mengupah dan mengambil upah wajib mempelajari hukum Allah mengenainya. Demikian juga orang yang hendak sembahyang wajib mempelajari hukum Allah mengenai sembahyang. Demikian seterusnya, termasuk segala perkataan yang hendak dikatakan dan segala amal yang hendak dikerjakan.
    Maka barangsiapa yang mengetahui hukum Allah dan beramal menurut apa yang diketahuinya, sudah tentu ia telah mentaati Allah dengan dua ketaatan dan barangsiapa yang tidak mengetahui dan tidak pula beramal, sudah tentu telah berbuat durhaka kepada Allah dengan dua kedurhakaan. Dan barangsiapa yang mengetahui hukum Allah dan tidak beramal mengikutNya, maka ia telah mentaati Allah dengan satu taat dan mendurhakai Allah dengan satu kedurhakaan.
    Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya:
    ”Jadikanlah dirimu orang alim (berilmu) atau orang yang menuntut ilmu atau orang yang selalu mendengar pengajaran atau orang yang mencintai (tiga golongan yang tersebut) dan janganlah engkau menjadi dari golongan yang kelima, yang dengan sebabnya engkau akan binasa.” Hadits Riwayat al-Bazzar.
    Maksud dari hadits di atas adalah ilmu menduduki derajat yang tinggi di sisi manusia dan juga di sisi Allah SWT. Orang yang berilmu akan dimuliakan oleh penduduk langit dan bumi. Begitu juga sebaliknya (akan direndahkan) bagi orang yang tidak berilmu. Oleh karenanya setiap mukmin hendaklah berusaha mempertingkatkan kemajuan dirinya dengan menjadi salah satu dari orang-orang yang menjadikan dirinya orang alim (berilmu) yang mengajarkan ilmunya kepada orang lain; atau menjadi orang yang belajar (menuntut ilmu); atau menjadi orang yang mendengar atau mengikuti majlis-majlis ilmu; dan atau menjadi orang yang menghormati atau mencintai salah satu atau ketiga-tiga golongan di atas dengan menurut jejak langkah mereka.
    Dengan adanya sifat-sifat yang disebutkan di atas maka kehidupan seseorang itu akan senantiasa terjamin untuk mendapat keselamatan dan kebahagiaan jasmani atau rohani karena ia senantiasa berada dalam penjagaan ilmu pengetahuan yang memimpinnya ke jalan yang benar dan memberinya kesadaran untuk memilih antara yang baik dan yang buruk. Manakala mereka yang tidak termasuk dalam golongan tersebut atau yang dipanggil masyarakat sebagai ‘bodoh-sombong’ maka mereka adalah golongan yang bakal mendapat kebinasaan karena mereka tidak mempunyai petunjuk yang dengannya dapat memandu kepada kebaikan, melainkan hidup terombang-ambing dan tenggelam dalam kesesatan.

    klik disini
    Terima kasih telah berkunjung di BLOG saya...silahkan bergabung dengan saya di FansPage Facebook

    Tidak ada komentar :

    Poskan Komentar

    Apabila ada kerusakan LINK/URL DOWNLOAD, silahkan Komentar dibawah atau INBOX di Facebook Saya

    Looking Previus Comment Here

    How do you think of my blog ...???